Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komponen Elektronika dan Fungsinya (Penjelasan Lengkap)

Banyak orang yang ingin mengetahui jenis komponen elektronika dan fungsinya, memang pada dunia elektronik ada banyak sekali komponen yang masing masing memiliki fungsi, bentuk, simbol yang berbeda beda, dimana bisa Anda temukan pada setiap rangkaian elektronik seperti komputer, tv dan yang lainnya.


Semakin lama biasanya akan semakin banyak lagi komponen yang tercipta, karena setiap waktunya terus diperbarui sehingga tidak jarang banyak perubahan mulai dari bentuk, warna, simbol namun pada dasarnya tetap memiliki fungsi dan kegunaan yang sama, komponen elektronika yang terkenal dan mudah ditemukan diantaranya adalah Dioda, transistor, kapasitor, resistor, dan masih banyak yang lainnya.

Yang harus kita ketahui, setiap komponen elektronika tersebut dibagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu pasif dan aktif yang tentunya memiliki pengertian yang berbeda, pada kesempatan kali ini saya akan coba membagikan beberapa jenis dan fungsi yang perlu Anda ketahui jika ingin memperdalam bidang elektronik, untuk lebih jelasnya silakan baca artikel ini sampai selesai.

Komponen Elektronika dan Fungsinya


Komponen Elektronika dan Fungsinya

Seperti sudah saya katakan sebelumnya, komponen tersebut dikelompokan lagi menjadi 2 yaitu:


  • Aktif
  • Pasif
  • Umum


1. Jenis Komponen Elektronika Aktif


Pada dasarnya, yang dimaksud komponen aktif ialah yang membutuhkan tegangan dari luar dan tidak bisa menghasilkan tegangan sendiri, dari sekian jenis komponen aktif, ternyata kebanyakan bahan yang terkandung adalah semikonduktor, lalu apa saja jenis jenisnya?

  • Transistor


Komponen Elektronika Aktif

Yang termasuk komponen aktif pada elektronika yang pertama adalah Transistor, siapa yang tidak mengenal ini? mungkin jika Anda sudah berpengalaman dalam dunia elektronik sudah tidak asing lagi dengan yang namanya transistor.

Fungsi utama dari transistor diantaranya dapat berperan sebagai penyearah, sebagai penguat daya dan tegangan, penyambung dan pemutus tegangan pada sirkuit dan bisa juga berfungsi sebagai penstabil tegangan, jadi jika dilihat dari fungsinya, komponen elektronik ini memiliki peran yang cukup penting.

Transistor juga dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu Bipolar dan Unipolar  sebenarnya yang membedakan kedua jenis ini hanyalah kakinya saja, keduanya tetap memiliki 3 kaki namun ada sedikit perbedaan, jika Unipolar adalah terdiri dari gate, source, drain sedangkan Bipolar terdiri dari basis, kolektor, emitor, pada dasarnya kedua jenis tersebut sama sama memiliki tiga kaki.

Adapun jenis lainnya sebagai berikut:


  • Mosfet adalah hanya mempunyai satu Drain dan dua Gate saja, serta sering ditemukan pada rangkaian seperti amplifier.
  • Uni Junktion Transistor adalah hanya memiliki dua basis dan satu kaki emitor saja dan sering kali ditemukan pada rangkaian yang menggunakan Switch.
  • Field Effect Transistor memiliki daya daya penguat lebih tinggi dibanding yang lainnya, dan memiliki harga jual cukup mahal.

Cara Mengukur Transistor

2. Jenis Komponen Elektronika Pasif


Yang kedua ini kebalikan dari yang pertama, yaitu memiliki sifat Pasif yang artinya tidak terlalu membutuhkan tegangan dari luar oleh karena itu tidak heran jika komponen elektronik pasif seringkali digunakan sebagai pembatas tegangan dan sejenisnya.

Ada beberapa komponen pasif yang mudah ditemukan, berikut beserta fungsinya:

  • Dioda


Komponen Elektronika Pasif

Dioda bisa diartikan sebagai komponen pasif yang bahannya terbuat dari semikonduktor yang memiliki fungsi sebagai penghambat satu arah dan menghantarkan listrik dari arah sebaliknya, pada umumnya dioda dibagi menjadi dua gabungan elektroda dinatarnya adalah Anoda dan Katoda.

Komponen pasif ini juga disimbolkan dengan huruf N dan P yang bertujuan agar tidak tertukar ketika ingin dipasang pada sebuah rangkaian elektronik, karena jika pemasangannya salah atau N dan P terbalik maka tidak akan bisa mengalirkan arus dengan sempurna.

Ada banyak jenis dioda dan fungsinya yang berbeda beda, seperti dibawah ini:


  • Dioda zener berfungsi untuk menstabilkan tegangan atau sebagai pengukur tegangan pada powersupplay atau baterai.
  • Dioda Penyearah (receiver) berfungsi sebagai pengaman pada setiap rangkaian yang dipasangnya.
  • Dioda emisi cahaya 
  • Dioda cahaya
  • Dioda varactor
  • Dioda schottky (SCR)


Untuk penjelasan lebih lengkapnya mengenai jenis dan fungsi diatas Anda bisa membaca artikel yang sebelumnya sudah saya buat yang masih berhubungan dengan komponen pasif dioda:

Baca Juga: Simbol Dioda Pada Rangkaian Elektronik & Cara Mengukur Dioda


  • Resistor

Komponen Elektronika Pasif

Selain dioda, ada lagi komponen pasif yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda, yaitu Resistor, komponen ini bisa dibilang unik karena menggunakan metode warna untuk menentukan nilai Ohmnya, jadi pada setiap warna tersebut ada nilai yang berbeda beda dan untuk mengetahuinya harus menggunakan rumus khusus.

Fungsi utama dari resistor ini sebagai penghambat arus yang nantinya akan disalurkan pada komponen setelah resistor, jika diukur menggunakan multitester jarum akan menunjukan angka yang rendah, ini karena memang nilai elektron yang terkandung didalamnya lebih sedikit.

Seperti yang sebelumnya,, resistor juga dibagi lagi menjadi dua bagian dan akan dipecah lagi, yaitu Nilai tetap dan Variabel.

Resistor nilai tetap adalah nilainya tidak akan berubah ubah , sedangkan Variabel dapat berubah-ubah, nah kedua kelompok ini juga dibagi lagi menjadi beberapa cabang diantaranya adalah:


  • Trimpot
  • Rheostar
  • Potensiometer
  • Resistor film logam
  • Resistor film karbon
  • Resistor komposisi karbon


Untuk mengetahui penjelasan dari setiap jenis diatas, Anda bisa beralih membaca artikel yang sebelumnya sudah saya publish, yaitu sebagai berikut.




  • Kapasitor


Komponen Elektronika Pasif

Komponen elektronika yang terakhir adalah kapasitor yang memiliki prinsip kerja mengalirkan elektron ke kapasitor dengan tujuan agar komponen tersebut terpenuhi elektron, dan jika elektron sudah terisi penuh maka secara otomatis akan terjadi perubahan tegangan yang kemudian dipindahkan pada setiap komponen lain yang membutuhkan.

Struktur dasar dari kapasitor sederhana biasanya hanya terdiri dari dua keping pelat paralel yang dipisahkan oleh daerah nonkonduktif atau sejenis isolator listrik yang diaplikasikan dengan cara menempatkannya pada medan listrik.

Tidak jauh berbeda seperti resistor, kapasitor juga dibagi menjadi dua kelompok yaitu Nilai tetap dan Variabel yang masing masing memiliki cabang lagi, fungsi utama dari komponen pasif ini adalah sebagai penyimpan tegangan dan juga sebagai penguat frekuensi sinyal seperti pada amplifier, selain itu juga berfungsi sebagai start pada rangkaian kipas angin.

Untuk fungsi lebih lengkapnya mengenai komponen ini saya sudah menyediakan artikelnya yang bisa langsung Anda baca:

Baca Juga: Fungsi dan Jenis Kapsitor Lengkap & Cara Mengukur Kapasitor

Akhir Kata


Cukup sekian artikel kali ini dengan judul jenis komponen elektronika dan fungsinya, diatas sudah saya cantumkan beberapa komponen beserta fungsi yang bisa Anda pelajari, jika ada pertanyaan bisa langsung menghubungi saya via email melalui menu Kontak dibawah, jangan lupa untuk membaca artikel lainnya disini, atas kunjungannya saya ucapkan terimakasih...
Gabung Forum Teknisi Indonesia Sekarang! Klik Tombol "Gabung" untuk saling berbagi pengalaman dengan Teknisi Indonesia.

Posting Komentar untuk "Komponen Elektronika dan Fungsinya (Penjelasan Lengkap)"


close